Panduan

Cara Kirim Barang dari China ke Indonesia: Panduan Import Lengkap

Panduan lengkap cara kirim barang dari China ke Indonesia. Proses import, bea cukai, estimasi biaya, pilihan ekspedisi, dan tips agar barang lolos customs.

Tim SuperCargo

Import barang dari China ke Indonesia semakin populer, baik untuk kebutuhan bisnis maupun personal. China adalah sumber utama berbagai produk — dari elektronik, pakaian, hingga mesin industri. Panduan ini membahas cara mengirim barang dari China dengan benar.

Mode Pengiriman dari China ke Indonesia

1. Cargo Laut (Sea Freight)

Pilihan paling ekonomis untuk volume besar. Waktu tempuh 10-20 hari tergantung pelabuhan asal dan tujuan.

Pelabuhan asal populer: Shenzhen, Guangzhou, Shanghai, Ningbo, Xiamen.

Pelabuhan tujuan: Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Belawan (Medan), Makassar.

Opsi:

  • FCL — sewa kontainer penuh, cocok untuk volume besar
  • LCL — berbagi kontainer, cocok untuk volume kecil (mulai dari 1 CBM)

2. Cargo Udara (Air Freight)

Lebih cepat (3-7 hari) tapi biaya per kg jauh lebih tinggi. Cocok untuk barang bernilai tinggi atau urgent.

3. Kereta Api (Rail Freight)

Opsi baru via jalur kereta China-Asia Tenggara. Waktu tempuh antara laut dan udara, tarif kompetitif.

4. Express Courier

DHL, FedEx, UPS — untuk paket kecil di bawah 30 kg. Paling cepat tapi paling mahal per kg.

Estimasi Biaya

ModeEstimasi BiayaWaktu Tempuh
Laut (FCL 20ft)Rp 8.000.000 - 18.000.00012-20 hari
Laut (LCL per CBM)Rp 1.500.000 - 3.500.00015-25 hari
Udara (per kg)Rp 35.000 - 80.0003-7 hari
Express (per kg)Rp 80.000 - 200.0003-5 hari

Belum termasuk bea masuk dan pajak. Cek tarif di SuperCargo.

Proses Import Barang dari China

1. Sourcing dan Ordering

  • Pilih supplier terpercaya (Alibaba, 1688, Global Sources)
  • Minta sample sebelum order besar
  • Negosiasi harga termasuk syarat pengiriman (FOB, CIF, dll.)

2. Pengiriman dari China

  • Supplier mengirim barang ke pelabuhan/bandara atau ke forwarder
  • Forwarder mengurus konsolidasi dan pengiriman

3. Customs Clearance di Indonesia

  • Dokumen wajib: Invoice, Packing List, Bill of Lading/Airway Bill
  • Klasifikasi HS Code — menentukan tarif bea masuk
  • Bea masuk — 0-15% tergantung jenis barang
  • PPN — 11% dari nilai pabean + bea masuk
  • PPh — 2,5% (dengan NPWP) atau 7,5% (tanpa NPWP)
  • Beberapa produk memerlukan izin khusus (SNI, BPOM, Kemendag)

4. Pengambilan Barang

  • Setelah customs clearance, barang bisa diambil di pelabuhan/bandara
  • Atau dikirim langsung ke alamat menggunakan trucking

Tips Import Barang dari China

  • Gunakan jasa forwarder — mereka menangani semua proses logistik dan customs
  • Pastikan HS Code benar — salah kode bisa menyebabkan denda atau penahanan
  • Siapkan NPWP — tarif PPh lebih rendah dengan NPWP
  • Cek regulasi produk — beberapa barang butuh izin SNI, BPOM, atau Kemendag
  • Asuransi — terutama untuk pengiriman laut yang waktu tempuhnya panjang
  • Inspeksi barang sebelum dikirim dari China — gunakan jasa QC inspection

Dokumen yang Diperlukan

  1. Commercial Invoice — dari supplier China
  2. Packing List — detail isi paket
  3. Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB)
  4. Certificate of Origin (CoO) — untuk preferensi tarif ACFTA
  5. NPWP importir
  6. NIB (Nomor Induk Berusaha) — untuk import komersial
  7. Izin khusus — SNI, BPOM, dll sesuai jenis produk

Kesalahan Umum

  • Tidak riset regulasi — barang ditahan bea cukai
  • Undervalue barang di invoice — bisa kena denda
  • Tanpa NPWP — bayar PPh 7,5% alih-alih 2,5%
  • Tidak pakai forwarder — proses customs jadi sangat rumit
  • Tidak minta CoO — kehilangan preferensi tarif ACFTA (bea masuk bisa 0%)
  • Tidak inspeksi barang di China — barang cacat baru diketahui setelah sampai

Berapa Total Biaya Import?

Contoh kalkulasi untuk import barang senilai USD 5.000 (± Rp 78 juta) via laut:

  • Freight cost: Rp 3.000.000 - 5.000.000
  • Bea masuk (10%): Rp 7.800.000
  • PPN (11%): Rp 9.438.000
  • PPh (2,5%): Rp 2.145.000
  • Handling & trucking: Rp 1.500.000 - 3.000.000
  • Total tambahan: ± Rp 24.000.000 - 27.000.000 (sekitar 30-35% dari nilai barang)

Kesimpulan

Import barang dari China ke Indonesia melibatkan banyak proses — dari sourcing, pengiriman, hingga customs clearance. Menggunakan jasa forwarder berpengalaman sangat disarankan untuk menghindari masalah di bea cukai.

Temukan forwarder dan ekspedisi import terpercaya di SuperCargo.

Cek Ongkir Import dari China

Mau Kirim Barang? Biar Kami yang Urus.

Hubungi tim SuperCargo untuk penawaran terbaik. Kami urus semuanya dari penjemputan sampai pengiriman.

Hubungi WhatsApp